04
Sep
09

Pembelian 21 mobil dinas tak terkait penonaktifan BG

UNGARAN – Anggaran pengadaan mobil dinas oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang sudah diajukan ke DPRD sejak Bambang Guritno masih aktif sebagai bupati. Sehingga persetujuan pembeliaan 21 mobil dinas tersebut tidak terkait dengan penonaktifan BG, panggilan akrab Bambang Guritno.

Menurut Wakil Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bambang Kusriyanto BSc, eksekutif telah mengajukan anggaran untuk pengadaan mobil dinas sejak BG masih menjabat bupati. Anggaran pengadaan mobil dinas tersebut juga telah ditetapkan sebelum BG nonaktif sebagai bupati.

’’Jadi persetujuan pembelian mobil dinas tidak ada sangkut pautnya dengan nonaktifnya Bambang Guritno,’’ tandasnya, Kamis (15/11). Bambang mengatakan, anggaran pembelian mobil dinas baru itu tidak hanya untuk wakil bupati saja, tetapi juga bagi bupati.

’’Dana pembelian mobil dinas baru bagi bupati telah dianggarkan. Tapi karena bupati dinonaktifkan sehingga tidak jadi dibelanjakan,’’ jelas Kribo, sapaan akrab Bambang Kusriyanto.

Ditanya mengenai pembelian mobil dinas dengan anggaran Rp 4,3 miliar sebagai bentuk pemborosan, Kribo menyatakan pembelian mobil baru lebih menghemat anggaran daripada merawat mobil dinas yang telah tua.

’’Untuk mengurangi biaya operasional dan perawatan mobil berusia 10 tahun ke atas, sehingga disetujui pembelian mobil baru,’’ katanya.

Dikandangkan
Mengacu Perda tentang aset daerah, jelas Kribo, mobil yang berusia 10 tahun ke atas dikandangkan. Mobil yang masih layak pakai tidak masalah digunakan untuk operasional dinas, tapi yang sudah tak layak sebaiknya dilelang untuk dibelikan mobil baru.

’’Secepatnya eksekutif menginventarisasi mobil-mobil dinas yang tak layak pakai untuk dilelang secara terbuka dan dibelikan mobil baru. Termasuk menarik mobil milik pemkab yang dipakai partai politik pada era orde baru,’’ ujarnya.

Kribo mengatakan, pembelian mobil dinas guna menunjang kinerja eksekutif agar lebih baik.

Kendati demikian, Kribo meminta kepada eksekutif supaya tidak asal meminta mobil baru. Eksekutif juga harus memprioritaskan urusan wajib yang menjadi tanggung jawab pemerintah, sehingga bisa balance antara kepentingan pemerintah dan kepentingan rakyat.

Seperti diberitakan Wawasan (13/11), pada tahun 2007 ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang melakukan pengadaan mobil dinas baru sebanyak 21 unit dengan nilai anggaran sebesar Rp 4,3 miliar lebih. Dari 21 mobil dinas yang dianggarkan dalam penetapan APBD 2007 tersebut salah satunya untuk Wakil Bupati Semarang berupa Nissan X-Trail yang diperkirakan harganya mencapai Rp 250 juta lebih.

Namun kalangan DPRD Kabupaten Semarang tak lagi getol menyoroti masalah pengadaan mobil dinas pasca penonaktifan Bambang Guritno sebagai bupati.

Padahal dulu sewaktu Bambang Guritno ma-sih aktif kalangan dewan seringkali mempermasalahkan bila ada pengadaan mobil dinas. rbd/SR
(wawasan 16 November 2007)


0 Responses to “Pembelian 21 mobil dinas tak terkait penonaktifan BG”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: