04
Sep
09

Perubahan Jadwal Pilkada Ditolak

UNGARAN – Di tengah suhu politik yang kian menghangat terkait dengan aksi boikot yang dilakukan empat calon bupati dan wakilnya, KPUD Kabupaten Semarang tetap menjalankan tahapan pilkada dengan melakukan perubahan jadwal. Penjadwalan ulang itu tertuang dalam SK KPUD Kabupaten Semarang No 58/ 2005 bertanggal 8 Juli 2005 tentang Perubahan Keputusan KPUD No 14/ 2005 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Waktu Penyelenggaraan Pilbup 2005. ”SK Nomor 58 itu keluar karena ada jadwal tahapan yang tidak bisa dilakukan semestinya karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan,” kata Abdullah Fakih, anggota KPUD Divisi Informasi, Pendidikan Pemilih, Kajian, dan Pengembangan Pemilu, kemarin. Perubahan jadwal itu meliputi undian nomor yang semula dilakukan 6 Juli menjadi 9 Juli. Dengan perubahan itu, masa kampanye juga berubah dari yang seharusnya tanggal 7-20 Juli diundur 14-27 Juli. ”Pilkada yang semula akan berlangsung 24 Juli juga diundur hingga 31 Juli. Jadi sejauh ini, KPUD belum mengusulkan pilkada ditunda tapi hanya diundur waktunya,” kata Fakih. Bagaimana bila empat calon dari lima calon yang ditetapkan masih tetap menolak? ”Itu hak mereka, namun yang jelas KPUD sudah berusaha memenuhi kewajiban sesuai dengan koridor hukum,” kata Ketua KPUD Budy Satriyo. Dia mengatakan, pihaknya Senin (11/7) ini akan memberikan surat pemberitahuan perubahan jadwal pilkada itu kepada DPRD. Bambang Kusriyanto BSc, Wakil Ketua DPRD belum bersedia mengomentari rencana KPUD mengirimkan surat pemberitahuan tersebut. ”Saya belum tahu isi suratnya apa sehingga belum bisa memberi masukan. Kalau memang KPUD sebagai panitia penyelenggara pilkada tetap menjalankan tahapan, silakan sebab itu hak mereka,” kata dia. Mifta Hudin Afandi calon bupati dari PDI-P mengatakan, dirinya tidak bersedia mengikuti tahapan selanjutnya. ”Saya ingin KPUD mengakui kesalahan dengan meluruskan keputusan. Pada 29 Juni, KPUD sudah membuat berita acara bahwa yang lolos empat calon (tidak termasuk Bambang Guritno-Ambar) meski belum ditetapkan. Pada 1 Juli mengapa keluar lima calon?” Menanggapi hal itu, Budy Satriyo menyatakan pada 29 Juni KPUD hanya melakukan pleno dan belum keputusan final. ”Keputusan KPUD menetapkan lima pasangan hanya satu kali, yakni tanggal 1 Juli. Keputusan itu bersifat final dan mengikat,” katanya. Saryono, calon yang diusung Partai Golkar mengatakan, pihaknya belum menerima surat perubahan jadwal tersebut. ”Sejauh ini kami tetap pada surat pernyataan yang ditandatangani empat pasangan calon bersama tim sukses masing-masing pada Sabtu (11/7). Sebab KPUD masih menerima verifikasi pada 30 Juni, padahal batasnya 29 Juni itu saja.” Hingga pukul 22.00, dua calon lain, yakni Masqur dan Pujiono belum bisa dihubungi. Sementara itu cabup Bambang Guritno yang berpasangan dengan Siti Ambar Fathonah melalui ajudannya menyatakan belum bersedia komentar. (H14-46m)


0 Responses to “Perubahan Jadwal Pilkada Ditolak”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: