04
Sep
09

Pilkada Bukan Pertarungan Akhir

SEMARANG (Suara Karya): Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah Bambang Sadono SH MH mengemukakan, pemilihan kepala daerah (pilkada) bukan merupakan pertarungan akhir bagi para kader partai berlambang pohon beringin ini. Agenda yang jauh lebih besar, seperti pemenangan Pemilu 2009 mulai sekarang juga membutuhkan perhatian serius. Oleh sebab itu diharapkan, pilkada jangan sekadar dijadikan arena gontok-gontokan lantaran pemikiran sempit yang menganggap pilkada sebagai ajang pertarungan akhir.

“Jadi meskipun ada proses internal yang tidak berjalan mulus, kami minta jago yang diusung Partai Golkar Kabupaten Semarang tetap mengikuti seluruh pentahapan pilkada yang menurut rencana akan digelar KPUD setempat 31 Juli mendatang. Kalau kita ikut-ikutan memboikot, maka biaya yang harus dibayar sangat mahal,” kata dia di depan ketua dan para pengurus harian DPD Partai Golkar Kabupaten Semarang, kemarin.

Menurut Bambang Sadono, sehubungan kisruh pilkada Kabupaten Semarang yang bersumber atas ketidakpuasan empat pasangan cabub/cawabup terhadap KPUD yang meloloskan Siti Ambar Fathonah (cawabup pasangan cabup Bambang Guritno) yang ijazah Ponpesnya tidak setara dengan ijazah SLTA atau sederajat, DPD Partai Golkar Jateng tetap konsisten mendukung duet H Saryono-H Purwidodo, tanpa ada keraguan sedikitpun.

Sebagai politisi canggih yang selalu berpikir jauh ke depan, lanjut dia, Saryono-Purwidodo tetap harus mematuhi keputusan KPUD Kabupaten Semarang meski tenggang waktu pelaksanaan pilkada sudah sangat mepet. Apabila kelak produk-produk pilkada ternyata cacat hukum, termasuk ijazah Siti Ambar Fathonah yang tidak setara SLTA atau sederajat, biar hukum dan Undang-undang itu sendiri yang mengambil keputusan.

“Jadi kita tidak perlu ikut demo serta memboikot pilkada. Serahkan saja semua pada jalur hukum. Kalau KPUD tetap menggelar pilkada 31 Juli, kita harus ikuti itu. Tapi kalau akhirnya KPUD memutuskan untuk menunda pilkada, kita juga mesti menghormatinya,” kata dia.

Berkaitan dengan itu, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Semarang Drs Purnomo menjelaskan, pihaknya sudah merespon instruksi dari DPD Partai Golkar Jateng, dengan mempersiapkan diri secara maksimal guna mengikuti pilkada yang kemungkinan besar akan digelar KPUD pada 31 Juli. Pengambilan nomor urut yang sempat tertunda pun sudah dijalankan.

“Kami bersama-sama tim sukses serta cabup/cawabup Saryono-Purwidodo setiap hari selalu melakukan penggalangan hingga larut malam,” kata Purnomo.

Sementara itu Departemen Pendidikan Nasional dalam surat bernomor 35822/ A5.4/RHS/2005 yang ditandatangani Kepala Biro Hukum dan Organisasi Departemen Pendidikan Nasional, Wukir, menegaskan, bahwa Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) Nomor 594/KMI/BPPP/VI/2005 tanggal 19 Juni 2005 atas nama Siti Ambar Fathonah, santri di Ponpes Kulliatul/ Tarbiyatul Muallimies Al Islamiyah (KMI/ TMI) Pabelan Magelang Tahun 1971-1977, bukan merupakan dokumen yang setara dengan ijazah SLTA atau sederajat.

STTB yang berlandaskan SK Direktur Kulliatul/Tarbiyatul Muallimien Al Islamiyah No 321/Bp/PP/77 tersebut, dijelaskan hanya merupakan Surat Keterangan Lulus sebagai Santri bagi Siti Ambar Fathonah, dan bukan merupakan ijazah yang setara dengan pendidikan formal. Sedang berkaitan dengan kisruh pilkada tersebut, DPRD Kab Semarang melalui SK No 27/2005 yang ditandatangani Wakil Ketua DPRD Bambang Kusriyanto BSc, menyatakan, menunda penyelenggaraan pemilihan kepala dan wakil kepala daerah Kab Semarang. (Pudyo S)
(SuaraKarya,30 Juli 2005)


0 Responses to “Pilkada Bukan Pertarungan Akhir”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: