07
Sep
09

Menambang Emas dengan Koran Bekas

Koran bekas, selain bisa didaurulang, ternyata juga dapat dimanfaatkan untuk menambang emas. Tidak percaya? Para ilmuwan dari Universitas Saga, Jepang, telah membuktikan hal itu.

TIM peneliti yang dipimpin Katsutoshi Inoue telah memanfaatkan koran bekas untuk memisahkan emas dari sampah atau limbah barang elektronika seperti komputer, televisi, dan ponsel bekas.

’’Koran bekas merupakan salah satu bahan ramuan gel ramah lingkungan yang mampu memisahkan emas dari sampah elektronika itu. Sebagian komponen produk elektronika memang mengandung logam mulia,’’ kaya Inoue.

Selama ini, limbah elektronika sering dibiarkan begitu saja. Pemulung biasanya sekadar mengambil logam seperti besi atau aluminium saja. Mereka umumnya tidak tahu kalau ada sebagian komponen elektronika yang mengandung emas.
Kalau pun tahu, tak mudah untuk memisahkan emas dari komponen limbah elektronika tersebut. Beberapa orang yang tahu biasanya menggunakan zat kimia berbahaya yang dapat merusak lingkungan.

Nah, dengan menggunakan koran bekas, para ilmuwan dari Universitas Saga itu dapat memisahkan emas secara mudah dan yang pasti ramah lingkungan. Bagaimana caranya?
Bubuk Gel Awalnya, koran bekas dihancurkan sehingga menjadi bubur kertas. Setelah itu, bubur dibersihkan dengan mencampurkannya ke dalam cairan klorin. Bubur kertas kemudian dicampur dengan dimethylamine (DMA) dan formaldehid, se-hingga membentuk senyawa dalam bentuk gel.

Gel-gel dikeringkan dan ditumbuk menjadi bubuk. Selanjutnya, bubuk diuji untuk mengikat/menyerap logam dari sampah elektronika yang biasanya telah dicairkan dengan asam hidroklorik.

Cairan beracun itu mengandung beberapa logam berat seperti tembaga, seng, dan besi. Masing-masing logam berat ini memiliki konsentrasi antara 190-840 bagian per mil.

Sebenarnya kandungan logam yang terdapat pada limbah elektronika bukan hanya itu. Pasalnya, sekitar 250 bagian per mil merupakan emas, dan sekitar 11-16 bagian per mil merupakan platina dan palladium.

Bubuk gel dari koran bekas ini ternyata efektif ’’memanen’’ logam mulia. Senyawa gel mengikat sekitar 90 persen emas, platina, dan palladium. Hebatnya lagi, logam-logam seperi tembaga, seng, dan besi justru tidak bakal terikat oleh bubuk gel tersebut.
Kandungan Selulosa Mengapa koran bekas mampu menjalankan peran yang sungguh hebat seperti ini? Koran, sebagaimana buku, berasal dari kayu tanaman (pohon). Dengan demikian, ia mengandung selulosa yang sangat tinggi. Selulosa memiliki sifat alami yang fleksibel, sehingga memudahkan zat kimia menembus matriks larutan logam mulia, kemudian mengikatnya.

’’Setiap satu kilogram bubuk gel dari koran bekas ini rata-rata mampu mengingat 906 gram emas. Apabila logam mulia berhasil dipisahkan, Anda masih bisa menggunakan gel itu kembali untuk memisahkan emas dalam proses-proses berikutnya,’’ jelas Chaitanya Raj Adhikari, salah seorang anggota tim peneliti.

Yang menjadi kendala adalah proses pengikatan logam mulia oleh gel ini memerlukan waktu lama. Untuk mengikat secara sempurna, gel harus dibiarkan pada larutan selama lima jam.

Hal ini mungkin menjadi kurang efektif jia dipakai pada skala industri. Namun, temuan ini setidaknya cukup menjanjikan. Sebab ada senyawa yang murah dan ramah lingkungan untuk memanen logam mulia dari limbah elektronika. (S Mulyani-32)


0 Responses to “Menambang Emas dengan Koran Bekas”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: