01
Apr
10

Dikatakan bisa beristri dua, anggota DPRD Kabupaten Semarang geram

Anggota DPRD Kabupaten Semarang geram dan tersinggung menyusul pernyataan eksekutif yang menuding DPRD lebih mengutamakan kepentingan sendiri daripada kepentingan masyarakat. Tudingan kepada legislatif itu disampaikan Kabag Sosial Pemkab Semarang Drs Henry Aminoto yang mewakili Bupati Semarang H Bambang Guritno dalam acara ‘Sosialisasi bantuan sosial bagi masyarakat’ di aula Kantor Kecamatan Ambarawa, Senin (9/4) lalu.

Dalam acara yang diikuti perangkat desa/kelurahan dan tokoh masyarakat Ambarawa itu, Henry mengatakan Bupati Semarang tak bisa hadir secara pribadi karena menghadiri rapat paripurna di DPRD.

Pada waktu bersamaan di Gedung DPRD memang digelar rapat paripurna penyampaian hasil pembahasan evaluasi gubernur atas RAPBD 2007, penyampaian rancangan persetujuan DPRD tentang bantuan keuangan, serta penyampaian Raperda perubahan III atas Perda No 26/2004 tentang kedudukan protokoler dan keuangan pimpinan dan anggota DPRD.

“Menurut penuturan peserta sosialisasi, Henry menjelaskan bahwa perubahan III atas Perda No 26/2004 tentang kedudukan protokoler dan keuangan pimpinan dan anggota DPRD merupakan implementasi PP No 21/2007 hasil revisi PP 37 Tahun 2006,” ungkap Wakil Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bambang Kusriyanto BSc, dalam ekspose masalah dugaan pelecehan legislatif oleh eksekutif di ruang pimpinan DPRD, Selasa (10/4).

Mengutip pernyataan para saksi, Henry lantas mengatakan bahwa PP 37/2006 memungkinkan para anggota DPRD mendapatkan tunjangan keuangan cukup besar. “DPRD kalau ngurus kepentingan sendiri cepat, tapi untuk urusan masyarakat seperti ini lambat,” ujar Bambang mengutip pernyataan peserta sosialisasi tersebut.

Beristri dua
Bahkan pada kesempatan itu, lanjut Bambang, mantan Camat Ambarawa tersebut juga memfitnah para anggota DPRD. “Dalam forum itu Henry mengatakan dengan tunjangan sebesar itu, anggota DPRD bisa memiliki istri dua,” ungkap Bambang sembari mengungkapkan bahwa salah satu istri anggota dewan ada yang ikut dalam sosialisasi itu.

Adanya istri anggota dewan tersebut, tak pelak pernyataan Henry langsung tersebar hampir ke seluruh anggota DPRD dan menjadi pergunjingan. Akibatnya, para wakil rakyat ‘naik pitam’ Bahkan Selasa (10/4) kemarin, secara tidak formal pimpinan dewan menggelar ekspose atas masalah itu. Selain Bambang Kusriyanto, ekspose itu juga dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Semarang H Saryono serta sejumlah anggota dewan.

Saat dikonfirmasi melalui telepon selularnya, Henry Aminoto membantah telah menyampaikan pernyataan bernada melecehkan DPRD dalam forum sosialisasi di aula Kantor Kecamatan Ambarawa, Senin (9/4). “Semua itu tidak benar,” bantahnya, kemarin.


0 Responses to “Dikatakan bisa beristri dua, anggota DPRD Kabupaten Semarang geram”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: